19th
kekasih
inilah musim semi yang kehilangan pesona
dan malam-malam basah yang dirudung hampa
setelah kau terbang membawa semuanya … entah ke mana
inilah musim semi yang kehilangan pesona
dan malam-malam basah yang dirudung hampa
setelah kau terbang membawa semuanya … entah ke mana
ketika gelap mengantarkanmu ke hadapanku
aku seperti rusak masuk kampung
… celingukan tak tahu arah
lalu kau katakan sesuatu tentang ruang dan waktu
… untuk sebuah kenyamanan
kenyamanan siapa?
bukan milikku tentu
dan aku terkapar digilas waktu — juga rindu
menunggumu ….
For awhile to love was all we could do
we were young and we knew
and our eyes were alive
Deep inside we knew our love was true
For awhile we paid no mind to the past
we knew love would last
Ev’ry night somethin’ right
would invite us to begin the dance ….
kangen dalam sepi itu
katanya:
seperti tungku tanpa api
kangenku kepadamu tadi pagi
seperti bumi tanpa matahari
teriris-iris sepisau sepi
terobek-robek kenangan
pada wangi tubuhmu
mengapung di sungai yang diam
ah, sebuah kerinduan …
yang membuat langit kelabu
menjadikan angin membisu
dan mewarnai hatiku membiru
: kalau bukan kamu?